Artikel

7 MITOS ATAU FAKTA UMUM SEPUTAR MP-ASI

By Administrator | 30 January 2018

Memiliki bayi pertama mungkin sedikit kaget bagaimana memenuhi kebutuhannya karena sebelumnya sebagai orang tua kita belum pernah memiliki pengalaman akan hal mengurus bayi.

MPASI adalah makanan pendamping ASI yang bisa diberikan pada bayi, orang tua dalam hal ini tidak boleh sembarangan dalam memberikan makanan pendamping ASI kepada si kecil, karena bisa berakibat fatal nantinya, seperti diketahui, ada MP-ASI menurut WHO yang tentunya sudah dijamin keefektifannya untuk bayi anda.

Berikut 7 Mitos dan Fakta seputaran makanan bayi yang masih berkembang di masyarakat.

1. Semakin cepat memulai MP-ASI, semakin baik.

Fakta :. Makanan pendamping ASI dapat mulai diberikan jika bayi anda sudah menunjukkan tanda siap makan, kebanyakan bayi normal menunjukkan tanda –tanda siap makan pada usia 6 bulan. Tanda bayi siap makan, yaitu kepala sudah tegak, duduk dengan bantuan, refleks menjulurkan lidah berkurang, tertarik melihat orang makan, mencoba meraih makanan, dan membuka mulut jika disodori sendok/makanan. Dan sesuai rekomendasi WHO dalam “Complementary feeding: Family foods for breasfed children”, MPASI sebaiknya dimulai setelah bayi berusia 6 bulan atau 180 hari. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan terbukti dapat melindungi bayi dari infeksi saluran cerna (Kramer et al., 2001), dan meningkatkan perkembangan motorik (Dewey et al., 2001). Selain itu, ASI eksklusif selama 6 bulan dapat berfungsi sebagai KB alami dengan metode amenorea pada ibu dan mempercepat penurunan berat badan setelah melahirkan (Dewey et al., 2001)

2. Belum tumbuh gigi jangan memberikan makanan bertekstur

Fakta : Anak memiliki periode emas untuk belajar makan seperti belajar mengunyah dan menelan. Jika periode ini terlewatkan dikhawatirkan anak akan mengalami gangguan kemampuan makan. Anak dapat mengolah makanan lunak tanpa gigi. Faktanya pertumbuhan gigi sama sekali tidak berpengaruh dengan makanan bahkan para pakar mengatakan jika pertumbuhan gigi pada bayi bukanlah tolak ukur dari makanan yang bisa dikonsumsinya.

3. Saat anak sudah mulai MPASI, frekuensi menyusui sebaiknya dikurangi.

Fakta: WHO merekomendasikan frekuensi menyusui harus tetap dipertahankan sama dengan sebelumnya. Pemberian makanan padat juga sebaiknya dilakukan setelah bayi menyusu. Susui bayi saat bayi ingin menyusu, tidak perlu dibatasi. Di awal MPASI, ASI masih tetap sebagai sumber utama energi bayi. Pada bayi yang lebih tua usianya (12-23 bulan), 35-40% kebutuhan energinya masih dipenuhi dari ASI. Selain itu, ASI adalah sumber asam lemak esensial yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Saat usia bayi 15-18 bulan, sebagian kebutuhan mikronutrien juga masih dipenuhi lewat ASI, yaitu 70% vitamin A, 40% kalsium, dan 37% riboflavin.

4. Pada awal perkenalan MP-ASI, sebaiknya langsung memberikan bahan makanan kombinasi kepada bayi.

Fakta: Sebagian besar sumber menyarankan pemberian makanan tunggal pada awal perkenalan MPASI, misalnya puree beras merah dengan ASI. Tujuan yang pertama adalah perkenalan rasa tunggal pada bayi. Rasa tunggal ini diperkenalkan selama tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, dilakukan pemantauan apakah terjadi reaksi alergi pada bayi atau tidak. Reaksi alergi tersebut dapat berupa kemerahan pada kulit, konstipasi, bahkan diare. Apabila makanan yang diberikan pada awal MPASI merupakan kombinasi beberapa bahan makanan sekaligus dan terjadi reaksi alergi, akan sulit menentukan bahan makanan mana yang sebenarnya menyebabkan alergi tersebut.

5. Ketika anak tidak mau makan, berikan jus sebanyak-banyaknya karena jus dapat memberikan energi pengganti makanan utamanya.

Fakta: Menurut American Academy of Pediatrics (1998) merekomendasikan pemberian jus tidak lebih dari 240 cc setiap harinya. Karena terlalu banyak jus justru akan semakin mengurangi nafsu makan anak dan dapat mengakibatkan fesesnya menjadi lebih cair. Saat anak sedang sulit makan, misalnya karena sakit, tetap berikan dukungan kepada anak untuk makan makanan utamanya. Namun janganlah memaksanya. Tawarkan menu makanan yang menarik dan bervariasi dalam porsi kecil namun sering, untuk meningkatkan nafsu makannya. Ciptakan suasana yang menyenangkan saat anak makan.

6. Madu adalah bahan makanan yang baik dan sehat untuk diberikan pada bayi.

Fakta: Madu tidak direkomendasikan untuk diberikan pada bayi berusia kurang dari 12 bulan. Hal ini dikarenakan kemungkinan terdapatnya bakteri Clostridium botulinum yang mungkin mencemari madu. Bakteri ini dapat mengakibatkan konstipasi pada bayi, hilangnya nafsu makan, lemas, dan gangguan pernapasan. Setelah berusia satu tahun, anda baru boleh memberikannya madu karena pencernaannya akan lebih matang dan pertahanannya akan lebih kuat terhadap bakteri-bakteri pencemar makanan.

7. Penambahan gula dan garam pada makanan MPASI

Fakta : Di bawah usia 1 tahun, anak sebaiknya diberikan gula dan garam sesedikit mungkin. Anak boleh diberikan gula dan garam jika dengan pemberian gula dan garam dapat membuat anak mau makan.Anak merupakan generasi penerus dan merupakan tumpuan masa depan bagi bangsa dan Negara. Dengan digalakkannya sumber daya manusia saat ini, maka anakpun merupakan salah satu sasaran dari SDM

  • Call Center:
    1500481 (24 jam)
  • SMS Center:
    (+62) 838 888 4581
  • Email:
    cs@asuransibintang.com

Kantor Pusat :
Jl. RS Fatmawati No.32, Jakarta 12430
Telp: (021) 7590 2777 (hunting)
Fax: (021) 7656 287, (021) 7590 2555