Artikel

Menonton Bola dapat Mengakibatkan Serangan Jantung

By Administrator | 4 July 2018

Lokasi berlangsungnya Piala Dunia 2018, Moskow, dan Indonesia memiliki perbedaan waktu lumayan signifikan. Moskow yang merupakan ibukota Rusia berada pada zona waktu GMT+3, sedangkan Indonesia GMT+7. Artinya, selisih waktu Indonesia lebih cepat empat jam dari Rusia. Jadi, jangan heran jika banyak pertandingan langsung tim bola favorit Anda tayang lebih malam.

Campur aduk rasa antusias, dada berdebar-debar, cemas, dan konsentrasi tinggi, biasa dialami oleh para penggemar bola saat menontonnya. Kondisi ini bisa berujung pada teriakan dan melompat saat tim jagoan berhasil mencetak gol, atau emosi kesal serta marah apabila tim favorit kalah di lapangan hijau. Dinamika tersebut umum terjadi kala para penggemar sepak bola tengah menonton pertandingan tim favorit masing-masing.

Memang terlihat biasa, tetapi Anda harus hati-hati karena seorang pakar kesehatan mengungkapkan bahwa menonton bola bisa berakibat buruk pada kesehatan tubuh Anda.

“Ketika gelora gairah semangat terlalu berlebihan, ini bisa mengundang bahaya, entah Anda menonton bola langsung di Rusia atau di rumah,” jelas Dr Surajudeen Adefabi Ogunyemi, seorang konsultan kesehatan jantung di Obafemi Awolowo University Teaching Hospitals Complex, Ile Ife, Nigeria. Dia menambahkan bahwa seorang penggemar berat pertandingan olahraga memiliki kesamaaan satu sama lain, mereka memiliki ritme energi yang menggebu-gebu. Bahkan, kumpulan semangat itu melebihi atlet yang tengah bertanding di lapangan. Menurut dia, degup jantung yang naik turun selama menonton bola bisa meningkatkan

serangan jantung, terutama untuk Anda yang telah menderita hipertensi dan masalah jantung.

“Tenaga dan energi yang dihabiskan efeknya sama seperti setelah melakukan olahraga ekstrem. Tentunya, orang yang menderita hipertensi dan jantung tidak bisa berada dalam kondisi tersebut secara intens. Sebab, bisa mengakibatkan stroke, gangguan detak jantung, dan tekanan darah semakin tinggi. Jika tidak hati-hati berpotensi berujung pada kematian,” urainya.

“Efek-efek buruk itu sering terjadi. Sangat sering. Orang-orang seharusnya jangan terlalu terbawa perasaan saat menonton tim jagoannya bertanding. Saya menganjurkan, Anda yang menderita hipertensi sebaiknya meminum obat penurun tekanan darah sebelum menonton bola,” jelasnya.

Sebuah studi yang dipublikasikan The New England Journal of Medicine mengungkapkan bahwa potensi laki-laki di Jerman terkena gangguan jantung meningkat sebanyak 2,66 lebih tinggi pada Piala Dunia 2006 silam. Studi juga menuliskan, lebih kurang 4.279 orang dilarikan ke rumah sakit karena masalah jantung di Munich ketika tim Jerman bertanding. Sebanyak 47 persen didiagnosis mengalami serangan jantung.

"Menonton pertandingan bola yang menegangkan meningkatkan masalah kardiovaskular akut dua kali lebih besar. Kondisi semakin parah pada laki-laki yang memang telah menderita masalah jantung. Oleh karena itu sangat dibutuhkan tindakan preventif," tulis kesimpulan studi.

Selain luapan semangat dan emosi yang bisa menyebabkan masalah jantung, faktor begadang juga menjadi penyebab utama. Kondisi semakin buruk apabila saat begadang menonton bola, Anda mengonsumsi camilan tinggi garam, lemak, dan karbohidrat. Pasalnya, jenis-jenis makanan tersebut bisa menambah stres pada jantung dan memengaruhi tekanan darah.

David Siu Chung, profesor kardiologi di University of Hong Kong, juga mengatakan bahwa ada korelasi jelas yang memperlihatkan peningkatan masalah kardiovaskular jantung selama pertandingan bola piala dunia berlangsung.

  • Call Center:
    1500481 (24 jam)
  • SMS Center:
    (+62) 838 888 4581
  • Email:
    cs@asuransibintang.com

Kantor Pusat :
Jl. RS Fatmawati No.32, Jakarta 12430
Telp: (021) 7590 2777 (hunting)
Fax: (021) 7656 287, (021) 7590 2555