Artikel

Mengatasi Batuk Pilek secara Alami

By Administrator | 12 January 2017

Biasanya gejala batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya infeksi. Gejalanya sangat khas, yaitu bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, batuk, suara serak. Hal itu bisa berlangsung kurang lebih seminggu. Biasanya hanya 2-3 hari bila gejalanya ringan, tapi bisa sampai 2 minggu bila gejalanya tergolong parah. Namun bila lebih dari 2minggu gejala pilek belum hilang juga, bisa jadi penyebabnya alergi.

Terkadang muncul juga gejala lain seperti sakit kepala, demam, otot kaku dan nyeri, lelah, dan hilang nafsu makan, disebabkan oleh bahan kimia cytokines yang dilepaskan oleh sel darah putih. Dengan cara itu, tubuh berusaha membuat kita beristirahat dan menghemat energy supaya bisa melawan infeksi. Namun gejala ini biasanya hanya muncul pada batuk pilek yang berat atau pada influenza.

Umumnya orang sering terkecoh, menyamakan batuk pilek dengan influenza. Gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batuk pilek lebih ringan dibandingkan influenza. Influenza cebderung menimbulkan demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah. Tetapi gejala influenza yang ringan, bisa saja mirip dengan batuk pilek. Memang cukup sulit membedakan berdasarkan gejala.

Baik batuk pilek maupun influenza sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenis virus penyebabnya berbeda. Jenis virus penyebab gejala batuk pilek dan influenza jumlahnya bisa lebih dari 200 macam. Itu sebabnya  sulit bagi tubuh  kita untuk membangun kekebalan. Karena setiap kali virus yang menyerang bisa berbeda-beda.

Pilek Terjadi Karena Kedinginan ?

Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa kedinginan bisa menyebabkan pilek. Berdasarkan penelitian, ternyata tidak pernah terbukti bahwa terpapar cuaca dingin, kedinginan, atau kepanasan bisa menyebabkan pilek jika kita terinfeksi virus. Namun Dr. Elson M. Haas, seorang dokter dari Amerika yang menggabungkan pengobatan konvensional dan alami, dalam artikelnya Staying Healthy with Dr. Elson Hass menjelaskan bahwa virus  bukan satu-satunya penyebab batuk pilek. Menurut dia, kekebalan tubuh seseorang juga berpengaruh. Orang yang kekebalan tubuhnya lemah cenderung lebih mudah terkena penyakit infeksi. Dan hal-hal yang menyebabkan lemahnya kekebalan tubuh, diantaranya adalah pola makan yang buruk, kurangnya olahraga, stress dan kurang tidur.

Mengenai pilek yang terjadi setiap perubahan musim, menurut Dr. Haas kemungkinan yang kita alamai adalah gejala detoks alami yang gejalanya mirip pilek. Ketika udara menjadi lebih dingin dan lembab, tubuh cenderung membuang sisa-sisa metabolism dan membersihkan lender yang berlebihan dan yang menyumbat jaringan sel untuk melancarkan sirkulasi darah. Dengan begitu, kita bisa menyesuaikan diri dengan cuaca di luar

Tingkatkan Imunitas Tubuh

Karena belum ada obat yang bisa membunuh virus, maka penderita batuk pilek biasanya cenderung membiarkan saja atau minum obat yang dijual bebas bila gejalanya ringan. Mereka baru datang ke dokter jika gejala yang dialami tergolong berat dan sangat menggangu. Namun dokter pun biasanya hanya memberikan vitamin dan obat penekan gejala batuk pilek. Obat demam diberikan jika memang ada gejalanya.

Antibiotika juga terkadang diberikan oleh dokter. Sebenarnya antibiotika bukanlah obat yang tepat untuk virur, tetapi lebih cocok untuk bakteri. Tetapi jika sampai terjadi komplikasi seperti infeksi bakteri dibagiab tengah telinga atau sinusitis, antibiotika dalam hal ini memang diperlukan.

Nampaknya upaya pencegahan lebih mudah dilakukan daripada usaha pengobatan. Berdasarkan penelitian, 95% orang normal akan terinfeksi jika ada virus yang masuk kedalam hidungnya. Namun dari setiap orang yang terinfeksi, hanya 75% yang mengalami gejala batuk pilek. Dua puluh lima persen sisanya meski terinfeksi virus, ternyata tidak mengalami gejala apapun. Diduga hal ini disebabkan karena tubuhnya memiliki system kekebalan yang lebih baik.

Jadi jika ingin mencegah terjadinya batuk pilek, maka tindakan yang paling bijaksana pertama adalah meninggkatkan kekebalan tubuh. Caranya yaitu dengan memperbaiki pola makan, berolahraga secara teratur, mengatasai stress dan tidur cukup.

Kita perlu mengurangi konsumsi camilan dan minuman olahan yang mengandung gula. Juga makanan dan minuman yang mengandung aneka pengawet serta pewarna buatan, karena bisa menurunkan jumlah sel-sel darah putih dalam tubuh kita dan melemahkan kemampuan sel darah putih melawan virus. Sebaiknya setiap hari kita mengkonsumsi makanan yang sehat bergizi seimbang dan dengan menu yang bervariasi. Usahakan jangan sampai kekurangan vitamin A, vitamin C dan Seng.

Cegah Terjadinya Penularan

Untuk mencegah terjadinya penularan, kita perlu memahami cara virus ini memperbanyak diri dan menimbulkan infeksi. Yang menarik dalam hal ini, virus penyebab batuk pilek hanya memperbanyak diri di dalam sel hidup. Di luar sel hidup, virus tersebut tidak bisa memperbanyak diri, tetapi bisa hidup sampai lebih dari tiga jam. Dan jika sampai terhirup bersama udara hingga masuk ke dalam hidung bisa langsung menimbulkan infeksi.

Virus batuk pilek juga bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita lewat mulut, hidung, atau mata. Biasanya kita memang mudah terkena batuk pilek ketika berada di dekat orang yang batuk atau bersin-bersin. Namun yang lebih sering, virus masuk dengan perantaraan jari-jari kita karena kebetulan menyentuj benda-benda yang telah terkontaminasi virus seperti ballpoint yang terletak di meja, tombol start pada mesin fax atau fotocopy, gagang telepon, peganggan tangga atau pintu ditempat umum atau ketika memencet tombol untuk menyalakan lampu. Sedikit virus saja sudah cukup untuk menimbulkan infeksi.

Pada anak-anak, penularannya bisa lebih gampang lagi karena baik di sekolah maupun di taman bermain, kemungkinan terjadi kontak pada waktu bermain bersama sangat besar. Juga kalau mereka bermain bersama dengan menggunakan mainan yang sama. Jika salah satu terinfeksi, mudah sekali menularkan pada anak-anak yang lain.

Langkah-langkah berikut ini mencegah terjadinya penularan :

  1. Jika kondisi tubuh Anda atau anak Anda sedang kurang fit, hindari terlalu banyak kontak dengan penderita batuk pilek.
  2. Sehabis kontak dengan pnederita atau dengan benda-benda serta permukaan tempat yang sekiranya telah terkontaminasi virus, segeralah mencuci tangan. Mencuci tangan bisa melepaskan virus penyebab batuk pilek dari tangan dan jari-jari. Gerakan mencuci tangan tersebutlah yang melepaskan virus dari tangan dan jari-jari. Sabun dan detergen biasa yang kita gunakan memang tidak bisa membunuh virus tetapi bisa membantu melepaskannya dari tangan dan jari-jari kita.
  3. Jauhkan jari-jari Anda dari mata, mulut, atau hidung.
  4. Usahakan menghindar jika ada orang yang batu atau bersin ke arah Anda.
  5. Bersihkan permukaan benda-benda keras di sekeliling Anda dengan desinfektan.
  • Call Center:
    1500481 (24 jam)
  • SMS Center:
    (+62) 838 888 4581
  • Email:
    cs@asuransibintang.com

Kantor Pusat :
Jl. RS Fatmawati No.32, Jakarta 12430
Telp: (021) 7590 2777 (hunting)
Fax: (021) 7656 287, (021) 7590 2555