Artikel

Manfaat Parsley/Peterseli (Petroselinum Crispum)

By Administrator | 12 January 2017

Parsley atau peterseli bukan hanya untuk bumbu dapur atau hiasan makanan, tetapi juga herba yang telah dikenal selama berabad-abad untuk pengobatan. Bangsa Yunani dan Romawi zaman dahulu percaya bahwa peterseli dapat menyerap uap minuman anggur dan mencegah mabuk. Pada zaman pertengahan dan renaissance, para ahli tanaman obat menggunakan herba ini untuk mengobati gangguan ginjal dan lambung, gigitan serangga dan melawan infeksi.

Peterseli konon berasal dari Eropa selatan atau Mediterania Timur dan dahulu kebanyakan tumbuh di taman-taman biara dan istana. Saat ini lebih banyak dibudidayakan dua varieties yaitu peterseli akar (var. tuberosum), akar lunak dan dapat dimakan, biasa digunakan untuk aroma masakan. Satu lagi, peterseli yang dibudidayakan hanya untuk dipanen daunnya saja. Jenis ini yang biasa digunakan untuk hiasan makanan. Akar varieties ini bentuknya kecil dan teksturnya keras seperti kayu.

TIPS

Efek maksimum peterseli hanya dapat diperoleh dengan cara menjaga kesegarannya.

  1. Bungkus dengan serbet kertas yang sudah dibasahi air sebelum disimpan dalam lemari es
  2. Jangan dimasak terlalu lama agar rasa dan vitaminnya tidak hilang. Masukkan peterseli pada saat makanan hamper selesai dimasak
  3. Sebaiknya gunakan yang segar daripada yang sudah dikeringkan karena kurang begitu baik untuk kesehatan. Untuk menyimpan lebih lama, peterseli boleh dibekukan. Cukup dicuci bersih, iris halus dan simpan di tempat es.

MANFAAT

Selama ratusan tahun herba ini sudah sering digunakan sebagai obat tradisional untuk menanggulangi tekanan darah tinggi, nyeri haid, enuresis (mengompol), batu ginjal, batu empedu, sciatica, pembengkakan kelenjar, dan menyegarkan pernapasan.

Peterseli kaya dengan vitamin dan mineral, terutama vitamin A dan C, dan komponen-komponen lain yang berkhasiat membersihkan racun dari dalam tubuh seperti klorofil. Peterseli juga banyak digunakan untuk membantu masalah pencernaan seperti meredakan kembung, retensi cairan, gangguan lambung dan usus, juga mengurangi nyeri pada rematik dan gout. Kandungan tinggi vitamin C, asam amino, kalium, dan asam folat pada peterseli juga menjelaskan mengapa herba ini baik untuk jantung, pencernaan, tekanan darah, dan mengatasi nyeri. Peterseli juga mengandung anti histamine dan antioksidan yang dapat membantu mengatasi peradangan.

PERINGATAN

Peterseli diketahui dapat merangsang kontraksi rahim, karena itu tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui. Peterseli juga dapat mengiritasi jaringan ginjal, karena itu juga tidak dianjurkan dikonsumsi oleh mereka yang mengalami infeksi ginjal atau gangguan ginjal lainnya. Jangan mengkonsumsi peterseli berlebihan karena minyaknya bersifat toksik dan dapat menyebabkan keracunan.

  • Call Center:
    1500481 (24 jam)
  • SMS Center:
    (+62) 838 888 4581
  • Email:
    cs@asuransibintang.com

Kantor Pusat :
Jl. RS Fatmawati No.32, Jakarta 12430
Telp: (021) 7590 2777 (hunting)
Fax: (021) 7656 287, (021) 7590 2555