Artikel

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Difteri

By Administrator | 15 December 2017

APA ITU DIFTERI ?

Penyakit difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheria yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan dan juga dapat mempengaruhi kulit. Difteri termasuk penyakit menular dan termasuk penyakit infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa anak-anak dan orang dewasa. Bakteri Corynebacterium diphtheria ini akan membentuk pseudo-membran berwarna puith ke abu-abuan yang akan menghasilkan toxin atau disebut toksigenik pada mukosa dan kulit.

Di alam, ada hampir 100 spesies Corynebacteria. Bakteri Corynebacterium diphtheria terdapat dalam saluran pernapasan, dalam luka-luka, pada kulit orang yang terinfeksi, atau orang normal yang membawa bakteri. Bakteri disebarkan melalui droplet atau kontak dengan individu yang peka. Bakteri kemudian tumbuh pada selaput mukosa atau kulit yang lecet, dan bakteri disitulah bakteri mulai berkembang dan menghasilkan toksin.

SIAPA SAJA & CARA PENULARAN

Difteri dapat menyerang orang yang tidak mempunyai kekebalan terutama anak-anak, dan juga orang dewasa. Cara Penularan Bakteri ini ditularkan melalui percikan ludah dari batuk penderita atau benda maupun makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Ketika telah masuk dalam tubuh, bakteri melepaskan toksin atau racun. Toksin ini akan menyebar melalui darah dan bisa menyebabkan kerusakan jaringan di seluruh tubuh, terutama jantung dan saraf.

GEJALA PENYAKIT DIFTERI

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Adapun gejalanya yakni berupa demam yang tidak begitu tinggi, atau 38 derajat Celcius. Selain itu, munculnya pseudomembran atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan. Gejala lainnya, ada rasa sakit waktu menelan, kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck. Adakalanya juga disertai sesak napas dan suara mengorok. Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

PENGOBATAN PENYAKIT DIFTERI

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi. Penegakan diagnosa penyakit difteri sangat penting karena keterlambatan pemberian antitoksin sangat mempengaruhi prognosa penderita

PENCEGAHAN PENYAKIT DIFTERI

Pencegahan utama Difteri adalah dengan imunisasi. Indonesia tercatat telah melaksanakan program imunisasi termasuk imunisasi Difteri sejak lebih dari lima dasawarsa. Vaksin untuk imunisasi Difteri tersebut terdiri dari 3 jenis, yakni vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Imunisasi Difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi (di bawah 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan. Selanjutnya, diberikan Imunisasi Lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib; pada anak sekolah tingkat dasar kelas-1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas-2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas-5 diberikan 1 dosis vaksin Td.

Keberhasilan pencegahan Difteri dengan imunisasi sangat ditentukan oleh cakupan imunisasi, yakni minimal 95%. Pada angka itu, kekebalan kelompok tercapai, dan bakteri tidak bisa menyebar dan menginfeksi ke pihak lain. Oleh karenanya, imunisasi rutin dan massal jadi kunci pencegahan.

  • Call Center:
    1500481 (24 jam)
  • SMS Center:
    (+62) 838 888 4581
  • Email:
    cs@asuransibintang.com

Kantor Pusat :
Jl. RS Fatmawati No.32, Jakarta 12430
Telp: (021) 7590 2777 (hunting)
Fax: (021) 7656 287, (021) 7590 2555